Tren Sepatu Terbaik di Shanghai Fashion Week SS26
Menampilkan dikotomi antara performa berteknologi tinggi dan elegansi yang halus dalam desain sepatu.
Ringkasan
- Shanghai Fashion Week menampilkan dikotomi antara performa berteknologi tinggi dan elegansi yang halus dalam ranah alas kaki.
- Tren kunci mencakup Cecilie Bahnsen x ASICS Gel-Quantum 360 VIII yang tangguh dengan aksen hias, serta ragam sneaker teknis dari Salomon.
- Musim ini juga menyaksikan kebangkitan besar estetika balet, dipimpin oleh adidas x Bad Bunny Ballerina serta loafer klasik.
Shanghai Fashion Week Musim Semi/Panas 2026 membuktikan bahwa tren alas kaki di kawasan ini didefinisikan oleh dua ekstrem: performa berteknologi tinggi dan elegansi yang halus. Tema besarnya menonjolkan keseimbangan yang terukur: siluet subtil diimbangi warna-warna tegas, sementara bentuk-bentuk statement diterjemahkan dalam palet netral yang berkelas.
Sosok paling menonjol di street style adalah sneaker teknis. Memimpin tren ini adalah Cecilie Bahnsen x ASICS Gel-Quantum 360 VIII. Kolaborasi tersebut menjadi mikrokosmos sempurna musim ini, memadukan siluet performa yang tangguh dengan couture feminin khas Bahnsen lewat detail serta tekstur subtil. Favorit teknis lain datang dari berbagai model Salomon, kian memantapkan dominasi estetika “gorpcore” dalam gaya urban.
Kontras tak terduga hadir lewat bangkitnya tren balet. Estetika yang sederhana dan elegan tampak pada Nike Air Max Muse Ballet dan flat adidas x Bad Bunny Ballerina yang sangat diburu, menandai pergeseran besar menuju sepatu bernuansa lembut dan bersiluet rendah. Di ranah luxury, para pemakai memilih statement pieces yang merefleksikan kekayaan personal alih-alih tren musiman, seperti Balenciaga Runner berukuran oversize dan boots hujan, berdampingan dengan sneaker klasik Chanel. Untuk tampilan formal, loafer yang clean membumikan tampilan, menjaga kesan klasik nan dressed-up di tengah energi eksperimental kota.


















