Studio Visits: Vloqee

Artist Indonesia ini ngeshare experiencenya dalam berkarya di Jepang.

Seni
33,558 Hypes

Mengejar mimpi sampe memutuskan tinggal di negara lain menjadi pilihan yang sudah diambil oleh Vloqee. Artist Indonesia yang sedang menetap di Tokyo, Jepang ini udah memutuskan buat stay di sana setelah merasakan gimana keseruan dari setiap sisi dari kota ini ketika melalui masa kecilnya dengan manga dan anime. Setelah mengejar target akademik dan belajar bahasa Jepang, akhirnya creative scene Tokyo membuka kesempatan untuk Vloqee berkarya di sana. 

Meski mendapatkan banyak challenge di sepanjang karirnya di Jepang, Vloqee justru berhasil melihat hal tersebut sebagai opportunity dan mengubahnya jadi sebuah karya dan movement. Nggak cuman itu, sekarang Vloqee juga aktif menjadi seorang DJ di berbagai event party dan sekaligus jadi tanda bahwa Ia mulai mengerti bagaimana menikmati tinggal di negara orang. 

Pada kesempatan kali ini, Hypebeast Indonesia berkesempatan ngobrol bareng Vloqee tentang art scene di Tokyo, cara membangun networkingsampe project terbaru yang bakal dilakukannya

Apa yang bikin lo pindah ke Tokyo, dan apa pengaruh kota tersebut ke artistic vision lo?

Gue pindah ke Tokyo pertama buat tujuan akademik, sekaligus belajar bahasa Jepang terus lanjut kuliah lagi. Pindah ke sini bisa dibilang impian gue dari bocah. Mungkin gara-gara pengaruh baca manga & nonton anime pada hari Minggu. Ditambah lagi, Tokyo atau Jepang berpengaruh banget ke karya gue. Apalagi waktu gue kuliah di sini, tugas dari kampus nyuruh gue ke gallery/exhibition yang bikin gue hampir tiap hari dapet inspirasi buat bikin karya baru.

“Scene di Jepang dan Indonesia sebenernya nggak beda jauh. Bedanya cuman fasilitas lebih gampang dan memadai, lokasinya beragam, serta lebih open buat suatu hal yang baru.”

Gimana lo melihat creative scene di kota Tokyo? Seberapa open komunitas sana sama orang luar?

Scene di sini bisa dibilang nggak jauh beda sama di Indonesia sih. Bedanya mungkin cuma fasilitas yang lebih gampang dijangkau dan lebih memadai. Lokasi yang bisa dituju juga lebih beragam, dan juga open buat sesuatu yang kelihatannya “baru” buat mereka.

Apa aja tantangan dan opportunity yang lo dapat sebagai orang Indonesia di sana?

Opportunity di sini sebenarnya infinity. Nah, tantangannya itu nyari lobang mana yang bakal bikin lo lebih deket sama tujuan lo hahaha.

Apa big idea atau message dari karya-karya yang lo bikin saat ini?

Hmmm, mungkin bikin karya-karya gue bisa dijangkau atau dimiliki sama siapa saja. Dan ini masih terus berlangsung terus.

“Orang-orang di sekitar gua yang akhirnya ngebentuk networking dan personal branding karena di sini you can meet or encounter anyone, planned or not planned.”

Gimana cara lo engage komunitas lokal biar tau lebih dalam soal karya dan message dari lo? Terus gimana respon mereka so far?

Misalnya gue bikin pameran secara independen. Gue selalu coba bikin harga dari karya gue sesuai tingkat apresiasi dari pembelinya. Mau berapa aja, suka-suka lo dah! Responnya so far surprisingly ok sih, karena mungkin jarang ada artis di sini yang pake metode kayak gue tadi.

Lo sering muncul di beberapa publikasi, exhibition, sampai brand yang ada di Jepang. Gimana cara lo ngebangun network dan personal branding di sana?

Jujur, gue juga kurang tau kenapa bisa begitu hahaha. Pastinya sih gara-gara orang-orang di sekitar gue. You can meet or encounter anyone here, planned or not planned.

Selain sebagai artist, lo juga dikenal sebagai DJ. How did it start? What do you enjoy as a DJ?

Gue awalnya cuma iseng-iseng beli controller, terus suatu hari, Mr.Bianco nawarin gue buat main di after party pop-up Sabukaru online. And yeah it goes till now. I enjoy playing my friend’s music, or just playing some music that I heard and showing it to everyone at the party.

Please share beberapa project yang pernah lo kerjain, so far!

I’m grateful for being here and could do many projects with many people that I used to just see on the internet.

“Gua selalu coba bikin harga sesuai tingkat apresiasi dari pembelinya. Responnya so far surprisingly ok sih, karena mungkin jarang ada artis di sini yang pake metode kayak gue.”

Apa hal-hal favorit yang biasa lo lakuin pas weekend? Please share a day in the life with us!

For now, everyday feels like weekend! Hahaha! Biasanya gue bangun tidur, masak atau makan brunch keluar. Kadang bikin kopi atau langsung keluar ngopi sekalian nongkrong sama warga, lihat-lihat toko atau lihat pameran & event. Malemnya kalau ada acara temen gue biasanya mampir atau nge-DJ. Belakangan ini kadang-kadang tiap weekend entah Sabtu atau Minggu gue sempetin buat bouldering.

Siapa aja artist diaspora dari Indonesia yang sama-sama tinggal di Tokyo favorit lo? Kenapa lo suka sama mereka?

Mungkin banyak kali ya tapi karena gue belum tau atau belum kenal jadi nggak bisa gue sebut. Kalau musisi ada tuh bassist dari band ALI, Nagoku Rufi,  yang menurut gue “nyampe banget”.

What’s next for Vloqee?

Staying alive and doing what I want in Japan, open up a “warung” so y’all can hangout here soon!

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

Studio Visits: Jemana Murti
Seni

Studio Visits: Jemana Murti

Artist asal Denpasar ini merespon masalah regenerasi seni budaya Bali lewat AI dan 3D printing.

Ballers Club Studio Ngerilis Koleksi Terbaru Mereka, “R.F.D.B”
Fashion

Ballers Club Studio Ngerilis Koleksi Terbaru Mereka, “R.F.D.B”

Terinspirasi dari sepak bola Spanyol.

KYMA Comeback Lewat Koleksi Terbaru Mereka, “Frozen in Time”
Fashion

KYMA Comeback Lewat Koleksi Terbaru Mereka, “Frozen in Time”

Udah bisa dibeli sekarang juga.


DOUS Atelier Hadirkan Debut Collection Mereka, “Black Dahlia”
Fashion

DOUS Atelier Hadirkan Debut Collection Mereka, “Black Dahlia”

Nampilin berbagai item dari top, skirt, pants, dan dress.

Etaks Skate Ngerilis Skateboards Trucks Bertema Psychedelic
Olahraga

Etaks Skate Ngerilis Skateboards Trucks Bertema Psychedelic

Berkolaborasi bareng Mathias Andrés.

SBLS Collab Bareng Tiroceli Buat 1 of 1 Airbushed Collection
Fashion

SBLS Collab Bareng Tiroceli Buat 1 of 1 Airbushed Collection

Jadi koleksi perayaan anniversary SBLS ke-3

Compass® Bikin Anniversary Collection Bareng ADGI
Footwear

Compass® Bikin Anniversary Collection Bareng ADGI

Terinspirasi dari poster Grafis’80

Philipponk, Alphabad, dan Timtimebroy Tentang Exhibition "Carry No Banners" Bareng Beams T
Fashion

Philipponk, Alphabad, dan Timtimebroy Tentang Exhibition "Carry No Banners" Bareng Beams T

Dari exhibtion sampe collab apparel.

Powder Room Segera Menggelar Block Party Empirical Bali Launch
Kuliner

Powder Room Segera Menggelar Block Party Empirical Bali Launch

Featuring special drinks dari Mason, Peels, dan Room4Dessert.


HdPc Hadirkan Capsule Collection, “Beneath the Balance”
Fashion

HdPc Hadirkan Capsule Collection, “Beneath the Balance”

Eksplorasi lebih dalam film Star Wars.

Ariiises Ngerilis Koleksi “Chaos Batch” Vol 1
Fashion

Ariiises Ngerilis Koleksi “Chaos Batch” Vol 1

Terinspirasi hardcore sampe musik techno.

Kira Botoru Bikin Koleksi Terbaru Bareng FR3LAN
Desain

Kira Botoru Bikin Koleksi Terbaru Bareng FR3LAN

Lanjutan dari program collaboration series.

Oldblue Co. Ngerilis Anniversary Collection Bernama “#THELUCKY13TH”
Fashion

Oldblue Co. Ngerilis Anniversary Collection Bernama “#THELUCKY13TH”

Cek detail lengkapnya di sini.

Floraison Ngerilis Capsule Collection Bernama “Judgemental Moralism”
Fashion

Floraison Ngerilis Capsule Collection Bernama “Judgemental Moralism”

Nampilin berbagai pilihan item.

More ▾