Spotlight: LACREME

Cek semua hal yang perlu diketahui soal brand asal Bandung berikut ini.

Fashion
11,985 Hypes

Spotlight adalah rubrik khusus yang fokus untuk membahas lebih dalam tentang emerging brands lewat sejumlah hal esensial dari mereka. Mulai dari cerita soal origins, signature pieces dan fabric, achievements, hingga informasi tentang stockist, fit, serta price range, Spotlight memberikan gambaran menyeluruh tentang setiap brand yang dihadirkan di sini.


Origins

Tahun 2020 nggak cuma diinget sebagai tahun di mana pandemi melanda seluruh dunia. Di scene sub-culture tanah air, tahun tersebut juga jadi timeline di mana Bharata Dhanu dan Aditya Pratama bertemu buat bikin satu fashion brand yang ngasih visual yang masih belum disentuh oleh label lainnya. Walaupun diawali di tengah pandemi, Dhanu dan Aditya nggak ragu buat ngebangun label bernama LACREME. 

“Inspirasi dari LACREME sendiri berangkat dari ketertarikan kami akan eksplorasi tentang desain grafis dan musik,” jelas mereka saat ditanya tentang inspirasi brand ini sendiri. “Dua entitas ini adalah hal-hal yang kami tekuni dan ini kami bawa dalam proses berkreasi kami di sini.” 

Nggak bisa disangkal kalau LACREME emang memiliki DNA musik yang sangat kuat. Apalagi ngelihat gimana konsistensi mereka dalam menciptakan artwork dengan warna monochrome yang ditambah goresan ala dadaism (Anti Seni)/ avant-garde, architecture: Bayangkan ketika musik post-punk dan goth rock harus divisualisasikan ke dalam sebuah kanvas kosong. Di sinilah positioning visual LACREME yang semakin ke sini semakin terlihat kuat dengan message penting yang selalu mereka sampaikan. 

“Kami ingin menyebarkan pesan bahwa ada hal yang lebih tinggi dari sekedar menghasilkan produk dan menghasilkan keuntungan. Lebih dari itu, dalam perjalanan kami selalu ada semangat dan konsistensi sebagai esensi dari LACREME sebagai sebuah brand.”

What It’s Known For

Koleksi demi koleksi yang mereka rilis dari waktu ke waktu bisa dibilang nge-shape inspirasi LACREME yang terus ditarik dari desain grafis dan musik. “Di sini kami ingin menyatukan estetika dari unsur-unsur avant-garde, dadaism, arsitektural hingga tekno ke dalam sebuah fashion brand,” jelas mereka. Penyebutan setiap unsur yang di-infuse ke dalam setiap artikel LACREME membuat mereka berhasil menciptakan satu signature yang bahkan memiliki julukan sendiri.  

“Menurut kami, unsur-unsur itulah yang menjadi signature LACREME dan dari situlah awal mula munculnya istilah ‘Planetary Graphic System’ yang menjadi patokan kami dalam membangun Lacreme,” tambah mereka. 

Ngelihat journey LACREME dari feed Instagram sendiri aja memperlihatkan apa yang bisa kita tahu tentang label ini. Seperti yang dijelasin di awal, proses LACREME buat memperjelas visual yang berawal dari dua inspirasi utama, ngebuat mereka sendiri nggak ragu buat menjawab pertanyaan koleksi apa yang paling berkesan. Serunya, nggak ada koleksi favorit dari kedua founder LACREME. 

“Semua collection dari LACREME merupakan collection yang berkesan setidaknya untuk kami karena menurut kami, hal utama dalam sebuah desain itu bukan hanya sekedar estetik dan sekedar produk fashion tapi yang terpenting adalah sebuah statement dan spirit non-materi didalamnya,” tegas Dhanu dan Aditya sebenarnya jadi bukti kalau LACREME selalu berusaha push to the limit dalam setiap proses kreasi koleksi terbaru, sehingga selalu berakhir dengan memuaskan, tanpa harus merasa kurang dibandingkan pencapaian mereka sebelumnya. 

Highlights

Nggak ada highlights dari koleksi terbaik, launching party, hingga produk paling laku di mata LACREME. Bagi mereka, highlights terbesar yang udah didapatkan di LACREME bukan semata-mata tiga poin itu doang. Ada value yang lebih dalam ketika membaca ulang journey label ini. “Pencapaian terbesar kami adalah ketika tetap konsisten untuk terus berkarya dan mengimplementasikan ide-ide kami untuk LACREME sampai saat ini. Karena hal itu yang membuat spirit kami sampai saat ini masih terjaga untuk LACREME,” ucap mereka.

Jawaban yang lugas tanpa basa-basi dari LACREME menciptakan satu kesan positif yang menjadi bukti kalau setiap pemilihan artwork, visual, ilustrasi, material, bahkan editorial lookbook emang udah dipikirkan matang demi mencapai satu kata bernama ‘konsistensi’. Keseruan dalam menjalankan LACREME pun akhirnya dirasakan dari hal tersebut. “Buat kami, hal seru terlihat saat kami bisa merepresentasikan hal yang ada di dalam diri kami tanpa berpura-pura atau mengikuti pasar yang sudah ada.”

What’s Next

Jadi, apa project selanjutnya dari LACREME? “Project terdekat kami adalah collection reguler untuk LACREME sendiri dan juga project kolaborasi bersama Jonathan Sirit (Belgrado/Bosborot), Jagermeister, LOU, PMP (Pot Meets Pop). Juga ada salah satu collab dengan sebuah record label asal New York yang belum bisa kami sebutkan. Kami berencana untuk launch semua project ini secepatnya.” 

Ngelihat begitu banyaknya project seru dari LACREME yang dipenuhi kolaborasi dari industri lokal hingga internasional menjadi bukti nyata dari mimpi mereka yang sebenarnya. Sejak awal, Dhanu dan Aditya emang ingin membawa LACREME menembus segala bentuk batasan sebagai misi utama mimpi mereka. “Kami ingin tau sebesar mana karya-karya yang kami buat bisa membawa LACREME sampai ke titik dan lapisan dunia sebelah mana,” jawab mereka. 

Where to Buy/Price Range

Setiap produk LACREME bisa didapetin via website lacremenow.com dengan range harga 110k IDR hingga 1,1 juta IDR, dari tops, bottoms, outerwear, hingga beragam aksesoris lainnya. 

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

AboveAndOver Ngerilis Koleksi Terbaru Mereka, “Prime Seeds”
Fashion

AboveAndOver Ngerilis Koleksi Terbaru Mereka, “Prime Seeds”

Ajak Sloppyrobb buat terlibat di salah satu item.

Evil Ajak Edane Buat Ngerilis Collaborative Collection Terbaru Mereka
Fashion

Evil Ajak Edane Buat Ngerilis Collaborative Collection Terbaru Mereka

Terinspirasi dari single Edane, “Living Dead.”

KYMA Comeback Lewat Koleksi Terbaru Mereka, “Frozen in Time”
Fashion

KYMA Comeback Lewat Koleksi Terbaru Mereka, “Frozen in Time”

Udah bisa dibeli sekarang juga.


Guided Ngerilis Koleksi Terbaru Mereka Bertema ‘Patience’
Fashion

Guided Ngerilis Koleksi Terbaru Mereka Bertema ‘Patience’

Nampilin T-shirt dan long sleeve graphic T-shirt.

MARKET dan Retrospekt Hadirkan Polaroid 600 Camera
Hiburan

MARKET dan Retrospekt Hadirkan Polaroid 600 Camera

Yang terinspirasi tahun 80an dan 90an.

First Look Collab Goodfight dan Vault by Vans OG Style 93 LX
Footwear

First Look Collab Goodfight dan Vault by Vans OG Style 93 LX

Yang terinspirasi Mary Jane.

‘PlayStation Portal’ Jadi Official Name Portable Console Sony
Hiburan

‘PlayStation Portal’ Jadi Official Name Portable Console Sony

Udah ditunggu para fans PlayStation. 

Reuni KAWS dan UNIQLO Lewat T-shirt Special Edition
Fashion

Reuni KAWS dan UNIQLO Lewat T-shirt Special Edition

Dengan artwork ‘What Party: Tide’.

Born X Raised Luncurkan Collab Kedua Bareng NFL
Fashion

Born X Raised Luncurkan Collab Kedua Bareng NFL

Penghormatan kepada tim.


WTAPS x New Balance 990v6 Akhirnya Dirilis
Footwear

WTAPS x New Balance 990v6 Akhirnya Dirilis

Baru dirilis di Jepang.

UNDERCOVER Bikin “ANARCHY CHAIR” Bareng Tendo Mokko
Seni

UNDERCOVER Bikin “ANARCHY CHAIR” Bareng Tendo Mokko

Ada one-of-a-kind chair dari pahatan Jun Takahashi.

Comeback Kolaborasi Classic G-SHOCK dan Coca-Cola 
Fashion

Comeback Kolaborasi Classic G-SHOCK dan Coca-Cola 

Pake desain DW-5600 dan DW-6900.

Bring Me The Horizon Jadi Dua Hari Konser di Jakarta 
Musik

Bring Me The Horizon Jadi Dua Hari Konser di Jakarta 

Ditambah Saosin sebagai special guest.

Twitch Hadirkan Fitur Video Vertikal TikTok
Hiburan

Twitch Hadirkan Fitur Video Vertikal TikTok

Sebagai fitur baru mereka.

More ▾