Akmal Shihab tentang Awal Mula GINSENG STRIP, Vintage Streetwear, dan Influence Pop Culture

Baca eksklusif interviewnya di sini.

Fashion
23,256 Hypes

Populernya vintage streetwear dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti solid terhadap apresiasi heritage clothing yang nggak hanya menyimpan sejarah, tapi juga value fashion yang unik.

Peluang ini dimanfaatkan oleh kreatif multidisiplin, Akmal, dengan membangun GINSENG STRIP, sebuah clothing brand dengan roots vintage apparel yang kuat lewat lineup apparel & aksesoris dengan desain dan kualitas berbeda. Menariknya, GINSENG STRIP sendiri diakui Akmal bukan sebagai brand melainkan medium ekspresi dan kreativitasnya yang banyak dipengaruhi oleh art, music, dan pop culture.

Hypebeast Indonesia berkesempatan untuk ngobrol langsung dengan Akmal yang juga masuk ke dalam nominee Hypebeast Next 100 Indonesia 2022 presented by OPPO tentang pandangannya tentang culture streetwear di Indonesia, pop culture, dan proses desain dari GINSENG STRIP.


HB: Hai Akmal, buat yang belum tahu, boleh share dikit tentang diri lo?

Akmal Shihab (AS): Hai, gue Akmal umur gue 23 tahun, gue founder & creative director untuk GINSENG STRIP. Hobi gue dari dulu ngoleksi poster dan dengerin musik. Hal-hal tersebut kemudian jadi inspirasi gue untuk bikin Ginseng Strip sebagai medium ekspresi dan kreativitas gue sampai hari ini.

HB: Apa sih yang bikin lo terjun ke dunia vintage dan streetwear?

AS: Dulu pas masih kecil gue udah into banget kaos, dari beli kaos Smackdown di Taman Anggrek sampai ikutan group Indonesia Sneakers Team di Facebook terus mulai koleksi sneakers. Nah dari situ jadi snowball effect tuh karena gue jadi kenal macem-macem pakaian streetwear, tapi kalau yang ngenalin gue ke dunia vintage especially T-shirts, ada temen gue yang emang dari dulu suka jualan baju-baju vintage namanya Souththrift.

Karena dia tau gue suka musik hip-hop, gue diracunin deh kaos-kaos vintage hip-hop, terus mulai ngumpulin kaos-kaos rap, art, dan genre vintage lainnya. Sampai sekarang, gue masih ngeliat barang-barang vintage yang pernah gue beli sebagai reference untuk GINSENG STRIP.

HB: Lalu, gimana awal mula GINSENG STRIP menjadi seperti sekarang?

AS: Pada awalnya, GINSENG STRIP adalah wadah gue untuk jualan kaos dan collectibles vintage koleksi-koleksi gue. Long story short, waktu gue ke Barcelona Museum of Contemporary Art (MACBA), gue liat lukisan Basquiat yang gue suka banget, judulnya King Zulu. Lalu, setelah kurang lebih setahun jualan barang-barang vintage, gue lagi pengen banget kaos vintage Basquiat ‘King Zulu’.

Gue udah nyari kemana-mana tapi belum ketemu juga yang cocok. Lalu gue inget gue pernah foto lukisan itu dan langsung gue coba design kaos dari foto itu di Photoshop dan jadilah kaos Basquiat rilisan pertama GINSENG STRIP. Dari situ, gue coba develop dan produksi kaos dengan details yang persis dengan kaos pada tahun 90-an. Sejak itu, response dari orang-orang bagus.

Nah, mulai deh gue bikin design-design lainnya sampe hari ini. Walaupun orang mungkin menganggap ini sebagai brand, tapi sampe sekarang gue sendiri nggak pernah melihat ini brand sih, lebih kaya wadah gue berkreasi dan connect ke orang-orang yang punya kesukaan yang sama dengan gue aja.

HB: Menurut lo gimana sih scene fashion, streetwear, serta culture di Indonesia? 

AS: Menurut gue streetwear akan selalu ada dan selalu berkembang di Indonesia, apalagi resource-nya sekarang udah banyak. Menurut gue juga udah banyak muncul brand-brand baru yang keren.

We are still rockin’ them 90-s bootleg joints today; why wouldn’t they be rockin’ this shit in the next couple of decades. There will always be Dalí fans, La Haine fans, and Biggie Fans; it’s just a matter of taste and preference, I guess.

HB: Rilisan GINSENG STRIP kelihatan natural dan terinspirasi oleh sesuatu yang lo suka. Menurut lo itu menjadi sebuah advantage nggak buat brand lo?

AS: Gue nggak pernah liat ini dari sisi advantage, cuman dari awal gue selalu buat apa yang bakal gue pake dan gue suka sih and obviously with my own twist. Gue rasa gue nggak bakal bisa bikin sesuatu yang gue belum tertarik. Jadi dari awal memang gue ngelakuin buat diri gue sendiri aja, eh malah banyak orang yang suka.

HB: Gimana lo melihat vintage T-shirts sebagai salah satu barang esensial saat ini?

AS: Definitely timeless, we are still rockin’ them 90-s bootleg joints today, why wouldn’t they be rockin’ this shit in the next couple of decades. There will always be Dalí fans, La Haine fans, and Biggie Fans, it’s just a matter of taste and preference I guess.

HB: Di beberapa artikel lo, lo nge-showcase figures seperti Basquiat, Salvador Dali, Daft Punk, dan baru-baru ini Lionel Messi. Seberapa influenced figur-figur tersebut dalam hidup lo?

AS: Semuanya mungkin berawal karena alasan personal. Sebelum gue decide untuk desain kaos-kaos ini, gue punya beberapa kesulitan dalam mencari kaos yang tepat dengan desain grafis figur-figur ini. Dari situ, gue akhirnya mencari solusi dengan membuat kaos grafik sesuai versi gue sendiri.

Ditambah lagi semua orang-orang ini menginspirasi di bidang mereka masing-masing, they’re the greatest in their game, and i aspire to become one as well.

HB: Tahun lalu lo sempet collab bareng Vegyn buat rilis T-shirt eksklusif, boleh ceritain dikit tentang project ini?

AS: Untuk project sama Vegyn, saat itu gue tau kalau dia lagi ada tour untuk albumnya “Don’t Follow Me Because I’m Lost Too!!” di Asia, nah waktu itu gue contact dia untuk kirimin dia kaos, tapi dia langsung ngajak collab buat merch T-shirt nya dia saat show di Bali waktu itu. Akhirnya, kita berdua design bareng kaos itu dengan twist nama albumnya dijadiin Bahasa Indonesia. Fun fact, kedua project ini harus dirilis dalam waktu dua minggu, yang mana rada nggak mungkin dari pengalaman gue sebelumnya untuk nge-fulfill dari pre-production sampe rilis dalam waktu tersebut, but i took the chance, and the rest is history.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by GINSENG STRIP (@ginsengstrip_2020)

HB: Boleh spill nggak design process lo?

AS: Just like i mentioned earlier, kebanyakan artikel-artikel yang gue bikin adalah hal-hal yang gue suka. So I already got most of them in my mind regarding what the design is about. Tapi kalau gue perlu research tentang artist-artist yang pengen gue bikin, gue biasanya baca buku, nonton atau baca interview mereka

But to set the mood, I usually play some tunes on the speaker, play some movies in the background on mute, and then just let it flow. A single design could take me a couple of hours or a couple of weeks, depending on how I picture the output.

HB: Kalau bisa keep lima items di lemari lo, kira-kira items tersebut apa dan mengapa?

AS:

  1. White Air force 1: Can’t go wrong with it
  2. GINSENG STRIP Basquiat Tee: The first GINSENG STRIP Shirt!
  3. GINSENG STRIP Dalí Tee: There’s something about this shirt that just hits differently, and also combining both voluptas more with his own head is still one of the best artworks I’ve created IMO
  4. Next Drop GINSENG STRIP: Can’t tell you much, tapi nanti bulan Januari akhir atau Februari nanti, gue yakin lo pasti ngerti hahaha.
  5. A good pair of denim: Tahan banting bro.

HB: Apa yang ada di pikiran lo saat lo ngelihat karya lo tertampil di majalah Vogue?

AS: Yang pasti gue seneng lah kalau ngelihat salah satu karya gue muncul di Vogue. Tapi, untuk masuk atau nggak masuk di Vogue, bukanlah menjadi hal penentu atau endgame buat gue. What matters is, I know there’s people out there who enjoy wearing my shit as much as I enjoyed making them and I think that’s what matters the most. Shoutout to the big bro Monsieur Stimps! Who decided to wear the Dali tee at the Issey Show that day.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 1403 (@akmalshb)

HB: Lo udah established sebuah fan base di luar Indonesia, gimana caranya lo bisa accomplish itu?

AS: Kayaknya semuanya organik; dari travelling, ketemu orang baru, dll. Ditambah lagi dengan komunitas vintage pas GINGSENG STRIP masih resell barang-barang vintage, they’ve been giving me so much love since then.

Gue juga ngerasa mau apapun itu product lo, kalo lo ngasih segalanya dalam pembuatannya, ya nggak bakal ngaruh lo orang mana atau tinggal di mana, they’ll find you eventually.

HB: What is your day-to-day routine?

AS: Nggak ada day-to-day routine yang sama sih, semua hari beda. Gue jalanin hari-hari kaya main game aja, setiap hari yang penting naik levelnya haha.

HB: How does it feel to be nominated as the Hypebeast Next 100 Indonesia 2022 presented by OPPO?

AS: Very happy and honored to be a part of this list, it surely will push me even harder. More importantly, I’d like to appreciate and thank Hypebeast for putting me alongside a lineup of big names in the industry. I hope more creatives from Indonesia will feel the appreciation I felt in the coming years. Also, this wouldn’t happen without the love of the GINSENG STRIP community, so big ups to them!

HB: Lo kepikiran untuk expand GINSENG STRIP nggak? Misalnya lebih ke arah ngedesain cut & sew pieces atau footwear ke depannya nanti?

AS: Yes! I’m planning on a lot of things right now, gue cuman bisa bilang tahun ini bakal banyak surprises dari GINSENG STRIP, but i can’t tell you too much. It’s going to be worth the wait tho! 

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

Reduxx Ceritain Influence, Culture, dan Movement Jazz lewat Koleksi "In Harmonia Fantasia"
Fashion

Reduxx Ceritain Influence, Culture, dan Movement Jazz lewat Koleksi "In Harmonia Fantasia"

Cek lookbooknya di sini.

4UBASIC Bawain Vintage Sport Culture Lewat Koleksi FW22 Terbaru, "Sport Series"
Fashion

4UBASIC Bawain Vintage Sport Culture Lewat Koleksi FW22 Terbaru, "Sport Series"

Menghadirkan design ala football, athletic, cycling, golf, dan tennis.

Pop Trading Company Bawakan Skate Culture 90an lewat Koleksi AW/22
Fashion

Pop Trading Company Bawakan Skate Culture 90an lewat Koleksi AW/22

Skatewear meets modern fashion.


Exclusive Interview: Streetwear, Musik, Sneakers, dan Desain bareng Cornelius
Musik

Exclusive Interview: Streetwear, Musik, Sneakers, dan Desain bareng Cornelius

Plus musisi baru dan hidden gem restaurant favoritnya saat ini.

Above & Over Studios “DISTORTION SUBURBIA” Collection
Fashion

Above & Over Studios “DISTORTION SUBURBIA” Collection

Representasi semangat anak muda.

New Balance Rilis Lunar New Year Pack 2023
Footwear

New Balance Rilis Lunar New Year Pack 2023

Fokus pada warna-warna netral.

‘The Last of Us’ Akhirnya Tayang di HBO Max
Hiburan

‘The Last of Us’ Akhirnya Tayang di HBO Max

Langsung dapet rating bagus di Rotten Tomatoes.

Game Gerapan Sanditio Bayu, 'Mala Petaka' Tampilkan Latto-Latto Sebagai Senjata
Gaming

Game Gerapan Sanditio Bayu, 'Mala Petaka' Tampilkan Latto-Latto Sebagai Senjata

Udah bisa di-download sekarang juga!

Jiwon Choi Membuat Custom Jewelry untuk NewJeans
Fashion

Jiwon Choi Membuat Custom Jewelry untuk NewJeans

Dengan desain bunny khas girlband Korea.


Sean Gelael dan Valentino Rossi Naik Podium Dubai 24 Hours Race
Olahraga

Sean Gelael dan Valentino Rossi Naik Podium Dubai 24 Hours Race

Langsung memberikan hasil positif.

Domestik dan DeMarcoLab Sambut Lunar New Year 2023 lewat Koleksi Perdana
Fashion

Domestik dan DeMarcoLab Sambut Lunar New Year 2023 lewat Koleksi Perdana

From Indonesia to Taipei.

Jimin BTS Jadi Global Ambassador Dior
Fashion

Jimin BTS Jadi Global Ambassador Dior

Jimin BTS Jadi Global Ambassador Dior

UNIQLO UT Gandeng Hideaki Anno untuk Capsule Collection Terbaru
Fashion

UNIQLO UT Gandeng Hideaki Anno untuk Capsule Collection Terbaru

Menampilkan graphics dari Godzilla, Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time, Shin Ultraman, hingga Shin Kamen Rider. 

Exclusive Interview: Streetwear, Musik, Sneakers, dan Desain bareng Cornelius
Musik

Exclusive Interview: Streetwear, Musik, Sneakers, dan Desain bareng Cornelius

Plus musisi baru dan hidden gem restaurant favoritnya saat ini.

More ▾
 

Sepertinya Anda menggunakan ad-blocker

Iklan memungkinkan kami menawarkan konten kepada semua orang. Dukung kami dengan me-whitelist website ini.

Whitelist Kami

Cara untuk Me-Whitelist Kami

screenshot
  1. Klik ikon AdBlock pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Di bagian bawah “Pause on this site” klik “Always
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Plus pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Block ads on – This website” switch ke off untuk mengubah tombol dari biru menjadi abu-abu.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Ultimate pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Tekan switch off untuk mengubah “Enabled on this site” menjadi “Disabled on this site”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon Ghostery pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik tombol “Ad-Blocking” di bagian bawah. Tombol tersebut akan menjadi abu-abu dan teks di atasnya berubah dari “ON” ke “OFF”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon UBlock Origin pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik ikon warna biru besar di bagian atas.
  3. Ketika sudah berwarna abu-abu, klik ikon refresh yang muncul di sebelahnya atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon ad-blocker extension yang sudah ter-install pada brower Anda.
  2. Ikuti petunjuknya untuk menonaktifkan ad blocker pada website yang Anda kunjungi
  3. Refresh halaman atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.