Ryuki Waida Bicara Surf Culture di Indonesia dan Visinya sebagai Atlet
Cek gimana rider Rip Curl ini ngedefinisiin dirinya lewat surfing dan lifestyle-nya.









Ryuki Waida adalah surfer muda asal Indonesia yang mencuri perhatian saat ini. Adik dari surfer pro Rio Waida ini dilahirkan di Jepang dan tumbuh besar di Bali, Ryuki menghabiskan childhood-nya buat belajar surfing di banyak spot di Bali dan tumbuh jadi atlet muda yang berkompetisi di ajang surfing global serta salah satu barrel surfer yang patut diikutin sepak terjangnya, lewat kombinasi natural talent dan antusiasme yang tinggi sama olahraga ini.
Beberapa waktu lalu, kami ngobrol sama Ryuki Waida untuk ngebahas soal gimana surfing culture dan lifestyle ngedefinisiin dirinya, pendapatnya soal trend surfing di Indonesia, rasanya jadi rider-nya Rip Curl, dan favorit surf spots-nya.
Interview ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
HB: Hai Ryuki, kapan pertama kali kamu mulai surfing?
Ryuki Waida (R): Aku mulai surfing umur 4 tahun.
HB: Gimana pendapatmu soal trend surf di sini? Apakah kamu merhatiin hal tersebut?
R: Iya, aku merhatiin hal itu di sini, terutama di Bali. Makin hari sih makin ramai tapi sayangnya beberapa orang nggak tau soal aturan surfing dan mereka nekat surfing di open field yang berbahaya, sebenernya. Tapi intinya sih aku senang ngeliat makin banyak orang yang enjoy surfing.
HB: Surf culture selama ini udah banyak memengaruhi fashion dan banyak sisi dari lifestyle. Apa pandanganmu soal ini?
R: Aku nggak bisa nggak setuju. Kebutuhan apparel yang kami pakai (pre-surf, surf, post-surf) udah jadi fashion/style juga. Island lifestyle, mungkin. Aku pikir baik tiap surfer maupun non-surfer suka buat mengamati pakaian apa yang kami pakai ketika in atau out water, supaya mereka paling enggak bisa ngerasain island life vibes. Mulai dari pake boardshorts, layday shorts, baggy light tees, buckethats, terus ngikutin surf lifestyle-nya, mulai surfing pagi-pagi banget atau pas sunset, lalu ngabisin sisa harinya di pantai dengan minum bir atau kelapa muda.
“Surfing udah jelas paling mendefinisikan personal style-ku. Apapun yang kupikir nyaman buat dipake dan pas buat nge-support surfing lifestyle-ku, bakal kupakai. Then fashion will follow, I’d say.”
HB: Kamu sekarang jadi bagian dari Rip Curl family, sebuah brand yang udah jadi nama terdepan di dunia surfing. Growing up, gimana kamu ngeliat brand ini berkembang? Apa yang paling kamu suka dari mereka?
R: Aku nggak bisa ngebandingin segitunya karena aku baru jadi rider-nya Rip Curl tahun lalu, tapi dari dulu aku udah pernah ngelihat Rip Curl jadi host buat banyak surfing competition events yang keren dan hebat, dan pastinya, mereka selalu punya team riders yang solid. Aku kayak, “I wanted to be in it“. Aku bisa bilang kalau nggak ada brand surf lain yang bisa nge-host sekeren dan sebanyak apa yang Rip Curl lakuin. Itu sangat prestisius. Hal lainnya, Rip Curl juga mensupport perempuan buat surfing dan nikmatin lifestyle-nya. Malah kayaknya, menurutku produk fashion untuk perempuannya makin stylish tiap tahun. Semua temen perempuanku di Instagram suka banget sama produk Rip Curl Women. Dan mereka tetep suka juga sama yang aku pakai juga sih, hahaha.
HB: Gimana kamu mendefinisikan personal style-mu? Hal apa yang paling meng-influence style-mu: fashion, traveling, atau surfing?
R: Surfing udah jelas paling mendefinisikan personal style-ku. Apapun yang kupikir nyaman buat dipake dan pas buat nge-support surfing lifestyle-ku, bakal kupakai. Aku banyak travel buat nyari bermacam-macam ombak di Indonesia. Jadi faktor kenyamanan, easy to wear, dan durability harus jadi yang pertama. Then fashion will follow, I’d say.
HB: Ketika kamu nggak berkompetisi, what would be a day in the life of Ryuki Waida? Aktivitas apa aja selain surfing yang kamu suka lakuin?
R: I like filming and video editing. Terutama video surfing.
HB: Gimana pendapatmu soal kondisi baik lautan maupun surf culture di Indonesia saat ini? Apakah sekarang udah lebih aksesibel bahkan untuk orang-orang biasa yang pengen nyoba surfing?
R: Jadi Indonesia kan udah dikenal baik dari dulu sebagai surganya surfing spots dan punya ombak-ombak terbaik. Karena hal itu, banyak foreigners pengen ke Indonesia. Namun di sisi lain, belum banyak orang Indonesia sendiri yang tahu soal itu. Namun, dengan makin dikenalnya olahraga surfing karena Olimpiade, orang-orang jadi makin penasaran, dan aku udah ngeliat banyak orang Indonesia yang ke Bali untuk belajar surfing. Sekarang makin gampang buat mereka untuk datang ke salah satu pantai dan minta kursus surfing sama beach boys-nya, bahkan banyak yang murah, kayak 200 ribu IDR buat sekali sesi kursus, ditambah 100 ribu IDR buat nyewa papan.
“Aku hanya mencoba untuk relaks sebelum giliranku dan ketika udah di air aku fokus untuk nyari ombak terbaik buat ditangkap.”
HB: Persiapan apa yang kamu lakuin menjelang Rip Curl Cup? Kalau boleh tau, apa kompetisi surfing terfavoritmu sampai saat ini?
R: Nggak banyak sih, karena aku udah tahu spotnya. Aku hanya mencoba untuk relaks sebelum giliranku dan ketika udah di air aku fokus untuk nyari ombak terbaik buat ditangkap. Pastinya, Rip Curl Cup Padang Padang Trials adalah salah satu yang terbaik dan terfavorit yang pernah aku ikuti. Itu bukan kompetisi biasa, it’s a big waves (barrels). Itu pertama kalinya buatku dan sebuah kesempatan yang langka, karena kamu dipilih dan diundang. Nggak semua orang bisa join.
HB: Apa yang bikin kamu tertarik soal season sekarang?
R: Ini season ombak-ombak besar! Banyak ombak bagus yang datang di mana-mana. Jadi, aku excited banget buat pergi surf trip, buat nyari ombak sebanyak mungkin. Bahkan nih sekarang aku sedang di Lakey Peak buat trip pertamaku setelah Padang Padang Cup.
HB: Oiya, siapa surfer idolamu yang paling kamu kagumi?
R: Aku paling suka Ethan Ewing karena surf style-nya cool banget. Style-nya kayak Andy Irons. Caranya dia drops, stands, carve, semuanya. So I look up to him.
HB: Kamu menghabiskan sebagian besar waktumu untuk mencari ombak yang paling bagus. Mana aja top 3 surf spots versimu?
R: Mentawai, Desert Point, dan Lakey Peak.
HB: Oiya, kamu lagi dengerin musik apa nih akhir-akhir ini?
R: Aku lagi suka lagu “Trumpets”-nya Sak Noel & Salvi feat. Sean Paul.
HB: What’s next for you, terutama buat season ini?
R: Aku sekarang sedang berada di Lakey Peak buat surf trip dan bakal nunggu ke mana setelah ini ombak membawaku. I’m on the search. Dan setelah itu, aku bakal fokus untuk qualifying series competition di Jepang bulan depan.