Nelusurin Sejarah dan Perkembangan Scene Melodic Punk Bandung lewat Buku 'Don't Read This!'

Berisi cerita dan insight menarik soal musik underground lokal yang punya pengaruh besar di eranya.

Musik
7,140 Hypes

Buat yang doyan sama musik melodic punk, pop-punk, dan style turunannya, terus penasaran sama gimana sejarah perkembangannya di scene lokal, kalian bisa cek buku berjudul Don’t Read This!: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa yang baru aja dirilis oleh publisher independen Bukune.

Buku tulisan jurnalis dan musisi asal Bandung, Prabu Pramayougha ini jadi arsip dan dokumentasi yang menarik soal scene musik lokal Bandung, terutama melodic punk, yang punya pengaruh yang signifikan di dekade 90an dan awal 2000an di Indonesia. Buku ini juga jadi another proper documentation soal scene cutting-edge/independent/underground music yang beberapa tahun terakhir udah mulai bermunculan, entah itu dalam bentuk buku, website, maupun film atau video.

Sebagai gitaris dan vokalis band yang juga ngebawain style musik yang punya roots dan style yang nggak jauh dari yang dia bahas di bukunya, Don’t Read This jadi upaya Prabu buat ngelacak gimana musik yang dulu sempet dianggap ngerepresentasiin youth culture di eranya bisa nyampe di Bandung, berkembang, dan bisa dibilang meledak.

Prabu bilang kalau niat bikin buku ini udah ada dari tahun 2017, tapi baru dikerjain selama setahun belakangan. Soal alasannya kenapa nulis buku ini, dia juga menyatakan,

“Sesederhana pengen mencatat aja kancah musik yang penting buat hidup saya sih. Enggak bisa dipungkiri bahwa musik-musik dari banyak band “melodic” punk Bandung, teh, jadi musik yang menemani saya dari zaman sekolah di berbagai situasi dan kondisi. Jadi udah naluriah aja buat nulis tentang sesuatu yang seenggaknya penting buat hidup saya sendiri.”

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Prabu Pramayougha (@prabpagandhi)

Buku ini berisi cerita dan insight menarik dari para pelaku scene melodic punk-nya sendiri di Bandung yang ngebahas dinamika yang terjadi di scene-nya saat itu dan gimana pengaruhnya sampe sekarang. Nama-nama kayak Rocket Rockers, The Marmars, Nudist Island, Sendal Jepit, Closehead, Disconnected, Buckskin Bugle, Rotten To The Core, Rosemary, Faceless, hingga label No Label Records, jadi highlight dalam buku ini.

Don’t Read This juga nggak hanya ngasih banyak informasi mendalam dari orang-orang yang terlibat di scene-nya, namun ada juga beberapa orang dari scene musik cutting-edge Bandung yang beririsan dan punya relasi sama scene melodic punk tersebut. Beberapa narasumber yang terlibat dalam buku ini antara lain Arian Arifin (Seringai), Helvi Sjarifuddin (FFWD Records), Ucay (ex-Rocket Rockers), sampai ke tokoh “cult melodic punk lokal seperti Maruli Hasiholan (The Marmars) dan Muhammad Fitrah (Teh Cellups).

Buku Don’t Read This! udah available via webstore Bukune.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Penerbit Bukune (@bukune)

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

HONAY Angkat Isu Sosial Lewat Koleksi Terbaru “We Don’t Need To Whisper”
Fashion

HONAY Angkat Isu Sosial Lewat Koleksi Terbaru “We Don’t Need To Whisper”

Menghadirkan desain grafis bernuansa grunge dan bold.

Band Asal Bandung, BANANACH, Gelar Tur di Jerman
Musik

Band Asal Bandung, BANANACH, Gelar Tur di Jerman

Buat ngerayain perilisan EP terbaru mereka, ‘Panoptic Litter’.

THIS Tampilkan D.I.Y Culture dan 90s Aesthetics lewat Koleksi “There is NO BOUNDARIES”
Fashion

THIS Tampilkan D.I.Y Culture dan 90s Aesthetics lewat Koleksi “There is NO BOUNDARIES”

Cek full lineupnya di sini.


Vidi Nurhadi Ngobrol Soal Perjalanan Maternal Disaster dan Scene Musik Lokal
Fashion

Vidi Nurhadi Ngobrol Soal Perjalanan Maternal Disaster dan Scene Musik Lokal

Dan spirit yang mereka bawa buat local community.

Thursday Night Tigers Rilis Home Jersey Baru dalam Rangka A-Liga Open League
Fashion

Thursday Night Tigers Rilis Home Jersey Baru dalam Rangka A-Liga Open League

“Cause Football is an Everyday Celebration, and People Deserve It!”

Exclusive: Friday League Hadirkan Estetika Tennis lewat Koleksi Terbaru "THE AGASSI"
Fashion

Exclusive: Friday League Hadirkan Estetika Tennis lewat Koleksi Terbaru "THE AGASSI"

Terinspirasi oleh Wimbledon dan Andre Agassi.

Berikut Bocoran Air Jordan 5 Low x PSG yang Bakal Rilis Tahun Ini
Footwear

Berikut Bocoran Air Jordan 5 Low x PSG yang Bakal Rilis Tahun Ini

Dengan desain yang jadi homage buat kota Paris.

Lawless Jakarta Berkolaborasi dengan Band Thrash Metal Legendaris, Slayer
Fashion

Lawless Jakarta Berkolaborasi dengan Band Thrash Metal Legendaris, Slayer

California – Jakarta “evil alliance”.

Supreme x The North Face Spring 2022 Trekking Collaboration
Fashion

Supreme x The North Face Spring 2022 Trekking Collaboration

Cek lineup lengkapnya di sini.


New Balance 2002R Hadirkan Siluet Hijau dalam Koleksi "Good Vibes Pack"
Footwear

New Balance 2002R Hadirkan Siluet Hijau dalam Koleksi "Good Vibes Pack"

Terinspirasi oleh Kawasaki Ninja 993.

ROKAGE CLUB Tap Cycling Culture lewat Koleksi Spring/Summer 2022 "Rokage Cycling Club"
Fashion

ROKAGE CLUB Tap Cycling Culture lewat Koleksi Spring/Summer 2022 "Rokage Cycling Club"

Cek lookbook lengkapnya di sini.

KINE Rilis Koleksi Anniversary Pertama, "KINE GOES RETRO"
Fashion

KINE Rilis Koleksi Anniversary Pertama, "KINE GOES RETRO"

Capsule collection yang terinspirasi dari Y2K aesthetics dengan modern twist.

HONAY Angkat Isu Sosial Lewat Koleksi Terbaru “We Don’t Need To Whisper”
Fashion

HONAY Angkat Isu Sosial Lewat Koleksi Terbaru “We Don’t Need To Whisper”

Menghadirkan desain grafis bernuansa grunge dan bold.

First Look Home Jersey FC Barcelona Musim 2022/2023
Fashion

First Look Home Jersey FC Barcelona Musim 2022/2023

Blaugrana design with modern look.

More ▾
 

Sepertinya Anda menggunakan ad-blocker

Iklan memungkinkan kami menawarkan konten kepada semua orang. Dukung kami dengan me-whitelist website ini.

Whitelist Kami

Cara untuk Me-Whitelist Kami

screenshot
  1. Klik ikon AdBlock pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Di bagian bawah “Pause on this site” klik “Always
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Plus pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Block ads on – This website” switch ke off untuk mengubah tombol dari biru menjadi abu-abu.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Ultimate pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Tekan switch off untuk mengubah “Enabled on this site” menjadi “Disabled on this site”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon Ghostery pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik tombol “Ad-Blocking” di bagian bawah. Tombol tersebut akan menjadi abu-abu dan teks di atasnya berubah dari “ON” ke “OFF”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon UBlock Origin pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik ikon warna biru besar di bagian atas.
  3. Ketika sudah berwarna abu-abu, klik ikon refresh yang muncul di sebelahnya atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon ad-blocker extension yang sudah ter-install pada brower Anda.
  2. Ikuti petunjuknya untuk menonaktifkan ad blocker pada website yang Anda kunjungi
  3. Refresh halaman atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.