Through The Lens: Hilarius Jason

Melihat gimana element of surprise dan permainan tekstur jadi style tersendiri dalam karya fotonya.

Seni
7,854 Hypes

Through The Lens adalah rubrik khusus yang menghighlight para fotografer dari berbagai macam style fotografi, mulai dari portrait, landscape, fine art, fashion, sampai dokumenter. Lewat Through The Lens, tiap fotografer yang kami hadirkan akan memberikan insight mengenai karya beserta approach menarik mereka dalam memotret.


Hilarius Jason adalah nama familiar di dunia fotografi di Indonesia, khususnya fashion dan lifestyle photography. Karya-karya fotografer asal Jakarta ini udah sliweran di bermacam fashion publications maupun editorial bagi sejumlah brands, lokal dan internasional. Ia juga beberapa kali berkolaborasi dengan sejumlah entitas di industri kreatif lokal, mulai dari musik, collectives, dan banyak lainnya.

Selama ini, ia dikenal lewat karakter karyanya yang nonjolin permainan tekstur, warna, dan output yang diverse, dari yang secara visual terlihat abstrak dan moody hingga yang straight dan clean. Selama ini, memotret objek yang hampir sebagian besar adalah manusia, juga jadi kekhasannya.

Buat Through The Lens kali ini, kami ngajak ngobrol Jason soal gimana element of surprise ternyata jadi faktor penting buat dirinya dalam memotret serta melihat deretan karyanya sejauh ini.


HB: Jas, gimana sih awalnya lo bisa terjun ke dunia fotografi?

Jason (J): Mulainya cuman karena iseng ambil ekstrakurikuler fotografi pas SMP. Itu juga awalnya karena gue nggak bisa ngelukis padahal pengen banget bisa. Setelah join, ternyata gue sangat suka dengan aktivitas dan prosesnya, karena sebenernya prosesnya lumayan similar dengan melukis. Lalu pas udah jalan, gue pelan-pelan dapet respon positif yang bikin gue percaya diri; dari teman – teman, orang tua, guru, dan juga kawan-kawan deviantArt, hahaha! Sayangnya akunnya sudah gue hapus.

HB: Lalu seiring berjalan, apa yang bikin lo tertarik dengan fashion photography? Apakah justru udah dari awal atau ada proses sampe ke situ?

J: Setelah semua jenis fotografi gue coba, yang paling nyangkut sama gue adalah foto orang, karena gue bisa berkomunikasi dengan objek yang gue potret, nggak kayak medium-medium lain yang kadang bikin gue merasa stress—mungkin karena gue bawel—atau bosan during the process.

Nah, dari situ gue kerucutin lagi dari apa yang gue suka, dan ternyata gue pun nyangkut dan suka banget sama dunia fashion, baik dari baju-bajunya, bisnisnya, bahkan problemnya.

HB: Gimana lo nge-develop style fotografi lo saat ini?

J: Satu hal yang paling banyak membentuk style gue tuh ketidaksengajaan. Dari salah set lighting, kepencet saat editing, salah setting, dari situ malah banyak yang “Lho kok ternyata bagus juga?”. Lebih ke yang tidak terencana, tidak sesuai moodboard, baru deh dicatat buat future references.

Kadang gue juga sering kali terpaku sama moodboard dan referensi, yang menurut gue tidak terlalu sehat, walaupun inevitable dalam prosesnya. Nah, namun justru ketidaksengajaan-ketidaksengajaan ini yang bikin gue menjauh dari referensi dan menurut gue, itu malah jadi style gue.

HB: Ada nggak fotografer lain yang lagi lo into dan menginspirasi lo buat berkarya?

J: Mungkin bukan fotografer, tapi gue lagi suka banget pelukis Louise Bonnet soalnya dia mainin extreme proportions dan karya-karyanya cukup grotesque. Gue juga masih suka banget Jesse Kanda. Gue berharap supaya di tahun ini atau tahun depan gue bisa bikin karya yang lebih abstrak dan lebih bermain textur.

HB: Menurut lo, apa sih detail yang bikin sebuah foto jadi lebih hidup? Gimana cara lo utilize hal tersebut dalam karya foto lo?

J: Feeling aja sih, hahaha! Banyak orang lebih mentingin teknik dalam foto padahal menurut gue dua-duanya harus seimbang.

HB: Apa yang mau lo achieve dalam beberapa tahun ke depan sebagai fotografer? Any upcoming projects yang mau lo share?

J: Gue pengen bisa ngerjain publication international lebih banyak lagi dan juga salah satu yang dari dulu paling susah buat gue, yaitu punya kesiapan diri, baik secara karya dan kepercayaan diri, buat pameran.

“Setelah semua jenis fotografi gue coba, yang paling nyangkut sama gue adalah foto orang, karena gue bisa berkomunikasi dengan objek yang gue potret.”

“Satu hal yang paling banyak membentuk style gue tuh ketidaksengajaan. Dari salah set lighting, kepencet saat editing, salah setting, dari situ malah banyak yang “Lho kok ternyata bagus juga?”.”

“Gue berharap bisa bikin karya yang lebih abstrak dan lebih bermain textur.”

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

Through The Lens: Sharon Angelia
Seni

Through The Lens: Sharon Angelia

Cek bagaimana Bali-based photographer ini bermain dengan framing dan komposisi yang unorthodox.

Through The Lens: Harris Syn
Seni

Through The Lens: Harris Syn

Berbicara soal approach-nya yang selalu mengeksplorasi berbagai style dan genre di dunia audiovisual.

'The Other Festival' Kembali Digelar Tahun Ini
Musik

'The Other Festival' Kembali Digelar Tahun Ini

Festival yang jadi melting pot buat ekosistem musik dan industri kreatif lokal.


Through The Lens: Vicky Tanzil
Seni

Through The Lens: Vicky Tanzil

Cerita soal bagaimana spontanitas dan traveling jadi faktor penting dalam karya fotografinya.

Rai Julian Gelar Solo Exhibition Perdananya, "S O S O K", di Bada Bink Gallery, Singapura
Seni

Rai Julian Gelar Solo Exhibition Perdananya, "S O S O K", di Bada Bink Gallery, Singapura

Cek komentar soal persiapan pamerannya berikut ini.

Nicey Boys Club Angkat Feelings dan Emotions lewat Koleksi "Heartbreak Fever"
Fashion

Nicey Boys Club Angkat Feelings dan Emotions lewat Koleksi "Heartbreak Fever"

Cek lookbook lengkapnya di sini.

Windy Cantika Aisah Raih Medali Emas di IWF World Junior Championship 2022
Olahraga

Windy Cantika Aisah Raih Medali Emas di IWF World Junior Championship 2022

Mengalahkan dua lifter asal India, Gyaneshwar Yadav dan V Rithika.

Liverpool dan Real Madrid Bakal Bertemu di Final Liga Champions 2022
Olahraga

Liverpool dan Real Madrid Bakal Bertemu di Final Liga Champions 2022

Remake final Kyiv 2018.

First Look Nike Dunk High 1985 "Pink Denim"
Footwear

First Look Nike Dunk High 1985 "Pink Denim"

Cek detail lengkapnya di sini.


Stills Angkat Music dan Skate Culture Era 90an lewat Debut Collection "Hopeless Romantic"
Fashion

Stills Angkat Music dan Skate Culture Era 90an lewat Debut Collection "Hopeless Romantic"

Cek full lineupnya di sini.

Bandai Rilis Figure Trunks vs Mecha Frieza
Desain

Bandai Rilis Figure Trunks vs Mecha Frieza

Cek detail lengkapnya di sini.

Pramudya/Yeremia Raih Medali Emas di Badminton Asia Championship 2022
Olahraga

Pramudya/Yeremia Raih Medali Emas di Badminton Asia Championship 2022

Usai kalahkan Malaysia dengan skor 23-21 dan 21-10.

Berikut Bocoran Collab BTS dengan Major League Baseball dan New Era
Fashion

Berikut Bocoran Collab BTS dengan Major League Baseball dan New Era

Gini jadinya kalau lagu-lagu BTS dijadiin merch dengan baseball aesthetic.

Exclusive: Pot Meets Pop SS22 "Welcome to Skaville"
Fashion

Exclusive: Pot Meets Pop SS22 "Welcome to Skaville"

Koleksi ekspansif yang jadi homage buat roots dan culture dari musik ska.

More ▾
 

Sepertinya Anda menggunakan ad-blocker

Iklan memungkinkan kami menawarkan konten kepada semua orang. Dukung kami dengan me-whitelist website ini.

Whitelist Kami

Cara untuk Me-Whitelist Kami

screenshot
  1. Klik ikon AdBlock pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Di bagian bawah “Pause on this site” klik “Always
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Plus pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Block ads on – This website” switch ke off untuk mengubah tombol dari biru menjadi abu-abu.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Ultimate pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Tekan switch off untuk mengubah “Enabled on this site” menjadi “Disabled on this site”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon Ghostery pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik tombol “Ad-Blocking” di bagian bawah. Tombol tersebut akan menjadi abu-abu dan teks di atasnya berubah dari “ON” ke “OFF”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon UBlock Origin pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik ikon warna biru besar di bagian atas.
  3. Ketika sudah berwarna abu-abu, klik ikon refresh yang muncul di sebelahnya atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon ad-blocker extension yang sudah ter-install pada brower Anda.
  2. Ikuti petunjuknya untuk menonaktifkan ad blocker pada website yang Anda kunjungi
  3. Refresh halaman atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.