Sole Mates: Armand Maulana dan Air Jordan 1 High fragment x Travis Scott

Frontman GIGI dan sosok ikonis musik Indonesia ini cerita soal pengalaman sebagai sneakers enthusiast dan top five Air Jordan 1 versinya.

Footwear

Dari sekian banyak vokalis band legendaris Indonesia dari dekade 90an, Armand Maulana adalah salah satu dari beberapa, kalau nggak mau bilang sedikit, yang into banget sama sneakers. Kegemaran frontman GIGI ini akan sneakers udah terlihat dari pilihan sneakers-nya ketika tampil bareng band itu di akhir 90an dan awal 2000an. Pada era itu, Ia bisa dibilang sering terlihat mengenakan adidas Superstar—siluet klasik yang sempat jadi ikon pada era itu—atau bahkan beberapa basketball shoes. Makin ke sini, Armand nggak segan buat menunjukkan dirinya sebagai sneakers enthusiast, selalu memakai koleksi sneakers-nya yang beragam dalam berbagai kesempatan, baik on maupun off the stage.

Karena pengen tahu lebih banyak cerita dari Armand Maulana soal kegemaran serta passion-nya terhadap snakears, kami memutuskan untuk ngobrol dengannya di edisi terbaru Sole Mates ini. Ia ngungkapin pendapatnya tentang sneaker culture, apa yang jadi pertimbangan dalam ngoleksi sneakers, alasan kenapa Air Jordan 1 fragment x Travis Scott jadi sneakers favoritnya sekarang, dan top five sneakers miliknya.


HB: Armand, apa atau siapa yang pertama kali bikin lo into sama sneakers?

Armand Maulana (A): Nggak ada sih, emang dari dulu gue seneng sneakers banget. Ya nggak tau sih, nggak ada yang memengaruhi gue, bahkan temen atau apa gitu. Gue emang seneng sama sneakers.

HB: Apa sneakers pertama lo yang paling memorable?

A: Sneakers pertama gue yang memorable itu Adidas Kobe yang warna hitam/putih. Memorable karena itu sepatu yang selalu gue pake manggung dan enak banget tuh buat manggung. Ya lo tau sendiri di umur gue yang 51 tahun sekarang aja, gue kalau di panggung kan tetep lari-lari. Nah, kebayang kan pas zaman dulu gue muda, umur 20an, lari-lari dan energinya kayak apa? Kalau pake sepatu itu, gue mau nyanyi berapa jam di panggung, terus tour setiap hari, kaki gue nggak bakal merasa lelah. Jadi, itu emang memorable banget dan bentuknya emang keren banget.

HB: Sebagai seorang music performer, sneakers bukan hal yang asing buat lo dari dulu. Gimana lo melihat perkembangan sneakers dari tahun ke tahun?

A: Wah, gila sih. Kalo menurut gue sih perkembangan sneakers dari tahun ke tahun makin keren, makin asik, dan, you know, mereka betul-betul pake teknologi. Sneakers makin ke sini itu makin nyaman kalo menurut gue. Kalo dulu tuh kadang cuma style aja, “wah keren!”, tapi pas dipake nggak enak.

Tapi jangan salah, menurut gue ada juga sneakers yang emang nggak cozy buat gue. Sekarang kan akhirnya sneakers udah jadi culture, sampai para brand, desainer, dan butik-butik gede, kayak Gucci dan lainnya juga pada bikin sneakers. Dulu, boro-boro mereka nyolek atau ngelirik sneakers. Nah, sayangnya, beberapa sneakers buatan fashion brand atau desainer itu masih ada yang nggak nyaman di era sekarang  ini.

Tapi kalau ngomongin brand yang sejak dulu emang benar-benar bergelut di sneakers kayak Nike dan adidas, ya teknologinya udah tambah gila dan hebat sih; faktor kenyamanannya sekarang udah jauh lebih oke.

HB: Apa yang paling lo suka dari tren sneakers di era 90an?

A: Sneakers era 90an ya? adidas Superstar sih kalo menurut gue. Seneng aja gue sama siluetnya dan dulu justru si Superstar itu tuh yang banyak banget berkolaborasi, kayak yang dilakuin Nike zaman sekarang. Tiba-tiba kolaborasi sama desainer Jepang lah dan segala macem. Saat itu, gue punya banyak banget Superstar, bahkan sampe era 2000an awal.

HB: Buat urusan sneakers, masing-masing person GIGI punya taste beragam, boleh ceritain sedikit hubungan antara band GIGI dan sneakersnya?

A: Ah justru kalo menurut gue, cuma gue doang yang dari dulu rada bener-bener mengikuti sneakers. Anak-anak GIGI sih nggak terlalu. Kalau Budjana sampe sekarang nggak tertarik dan nggak terlalu gimana-gimana. Hendy dan Thomas yang akhirnya sekarang ketularan gue jadi suka sama sneakers, karena ya gue emang rada-rada banci sneakers gitu kan.

“Buat gue, kalau mengoleksi sneakers itu paling enggak sneakers-nya harus unik. Walaupun beberapa kali ditawarin sneakers sama temen-temen, sampai nggak perlu ikutan raffle, kalau menurut gue nggak unik atau cuma beda colorway gitu, ya nggak pernah gue ambil. Kalau emang unik, baru gue beli sih.”

HB: Apa yang paling lo suka dari Air Jordan 1 fragment x Travis Scott ini? What makes them special?

A: Karena faktor kenyamanan; asli, menurut gue bahkan sneakers ini lebih nyaman daripada Air Jordan 1-nya sendiri. Buat gue, kualitas bahannya itu premium banget. Terus ya keunikannya aja. Tiap rilisan bareng Travis kan Swoosh-nya terbalik, udah gitu ada cap logonya fragment pula. Ya otomatis di segala sisi spesial ya, mulai dari bentuk, desain, bahan, dan keunikan style dan logo-logo mereka yang jadi daya tarik tersendiri.

HB: Apa personal rules lo dalam mengoleksi sneakers?

A: Buat gue, kalau mengoleksi sneakers itu paling enggak sneakers-nya harus unik. Walaupun beberapa kali ditawarin sneakers sama temen-temen, sampai nggak perlu ikutan raffle, kalau menurut gue nggak unik atau cuma beda colorway gitu, ya nggak pernah gue ambil. Kalau emang unik, baru gue beli sih.

HB: Apa hal yang lo pelajari dalam mengoleksi sneakers sejauh ini?

A: Gue dulu suka lapar mata dan punya banyak banget sneakers karena emang pada keren-keren. Tapi ternyata, gue belajar kalau namanya manusia kan pasti tetep aja punya favorit buat dipakai. Ujung-ujungnya yang kepake ya itu-itu aja. Suatu saat, ketika gue lagi sering beli banyak banget sneakers, gue sempat memakai satu sneakers dari koleksi gue—yang rare dan mahal banget—setelah setahun lebih nggak pernah dipake. Pas gue pake shooting live, tiba-tiba sole-nya copot gitu aja. Dari situ, gue langsung ngomong ke diri gue sendiri untuk nggak akan lapar mata lagi buat sneakers. Gue makin merhatiin apa yang gue butuhkan dan terutama ngeliat warna. Maksudnya adalah ngapain gue punya sneakers, misalnya warna merah dan relatif mirip, sampe 4 atau 5 pasang gitu? Mending dari semua sneakers berwarna merah itu, gue cari aja yang menurut gue paling unik, paling keren, dan iconic, baru gue koleksi.

HB: Lo merupakan salah satu musisi Indonesia yang punya style iconic dari waktu ke waktu. Apa aja yang menginspirasi style tersebut?

A: Sebenernya, paling pusing kalo ditanya kayak begini nih, hahaha! Sebetulnya, bisa dibilang nggak ada yang menginspirasi style gue. Ya gue mungkin sebenernya update aja sih terhadap fashion sekarang dan selalu melihat apakah ini cocok atau nggak kalo gue pake. Gue juga nggak mau terlalu memaksakan. Misalnya sekarang lagi zaman celana seperti apa gitu, terus pas gue pake di depan cermin ternyata kayak “Ih, kok gue kayak sok muda deh?!”, ya nggak akan gue pake walaupun itu lagi tren. Gue nggak akan maksain punya sesuatu yang lagi tren kalau nggak cocok. Itu sih paling rules gue.

HB: Apa project yang lagi lo kerjain saat ini? What excites you?

A: Yang paling baru sih single “Sampai Akhir Zaman” dari project solo gue, Arana Project. Kalau GIGI lagi mengerjakan album. Terus gue sedang bikin project NFT art sama temen gue, bentuknya gambar. Namanya Etherium Universe. Pengennya sih April udah minting. Terus NFT gue ini based on charity, bakalan ada tiga fase. Fase pertama kita udah menyisihkan uang untuk beasiswa para ilustrator Indonesia. Lalu ada juga empat gambar rare yang bakal kita lelang dan 100% hasilnya akan disumbangkan; dua gambar untuk penderita kanker melalui Pita Kuning dan dua lainnya untuk penderita kanker payudara, rencananya via Yayasan Lovepink Indonesia. Semoga bisa laku beberapa ETH lah.

HB: Kalau disuruh milih, apa top five sneakers terfavorit yang ada dalam koleksi lo?

  1. Air Jordan 1 Retro High fragment x Travis Scott

  2. Air Jordan 1 Retro High Off-White University Blue

  3. Air Jordan 1 Retro High Travis Scott “Cactus Jack”

  4. Air Jordan 1 Retro Low fragment x Travis Scott

  5. Air Jordan 1 Retro High “Union LA” Black Toe

 

Baca juga Sole Mates edisi lainnya di sini:

1. Sole Mates: Adityalogy dan Nike x Off-White Air Presto
2. Sole Mates: Pandu Polo dan Undefeated x Nike Dunk High NL
3. Sole Mates: Ipam Evil dan Air Jordan 11 ‘Bred’
4. Sole Mates: Christian Liebert dan Air Jordan 1 Retro High OG x fragment design
5. Sole Mates: Isser Whitey James dan Air Force 1 Low ‘Encore’
6. Sole Mates: RAMENGVRL dan Nike Shox R4 TL

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

Sole Mates: Pandu Polo dan Undefeated x Nike Dunk High NL
Footwear

Sole Mates: Pandu Polo dan Undefeated x Nike Dunk High NL

Co-founder Indonesia Sneaker Team bicara soal sneaker culture lokal, top five Dunks, serta visi besar IST sebagai company.

First Look Air Jordan 1 High OG "Starfish"
Footwear

First Look Air Jordan 1 High OG "Starfish"

Diberi sentuhan siluet Shattered Backboard.

Berikut Official Look dari Sneakers Air Jordan 1 High 85 "Georgetown"
Footwear

Berikut Official Look dari Sneakers Air Jordan 1 High 85 "Georgetown"

Cek tanggal rilis dan harganya di sini.


First Look Koleksi Travis Scott x Nike Air Max 1
Footwear

First Look Koleksi Travis Scott x Nike Air Max 1

Menghadirkan lima siluet yang eye-catching.

Arya Novanda dan Fariz RM Membawa Spirit Disko Anak Muda lewat "Dat Thang" 
Musik

Arya Novanda dan Fariz RM Membawa Spirit Disko Anak Muda lewat "Dat Thang" 

Kolaborasi senior dan junior.

Lacoste Collab dengan Minecraft untuk Pertama Kalinya, Rilis Koleksi SS22
Fashion

Lacoste Collab dengan Minecraft untuk Pertama Kalinya, Rilis Koleksi SS22

Dunia virtual ketemu dunia asli.

Supreme x The North Face Spring 2022 Collection
Fashion

Supreme x The North Face Spring 2022 Collection

Menghadirkan lineup artikel Summit Series spesial.

Sean Gelael dan Team WRT Berhasil Raih Podium di FIA WEC 2022
Otomotif

Sean Gelael dan Team WRT Berhasil Raih Podium di FIA WEC 2022

Memulai season yang bagus untuk Sean Gelael dan Team WRT.

Real Heavy Rilis Koleksi Perdana Bareng Printing Studio MADE BY VIBRANT
Fashion

Real Heavy Rilis Koleksi Perdana Bareng Printing Studio MADE BY VIBRANT

Kembali mengeksplor graphics dalam koleksi basic T-shirts.


Top 5 Rilisan Lokal Minggu Ini yang Wajib Kamu Cek
Fashion

Top 5 Rilisan Lokal Minggu Ini yang Wajib Kamu Cek

Apparel, sneakers, hingga cyclingwear. Cek rilisan lengkapnya di sini.

DOMINATE x Brookland Coffee Capsule Collection
Fashion

DOMINATE x Brookland Coffee Capsule Collection

Nge-mix BMX dan coffee culture.

Bagas/Fikri Jadi Juara Ganda Putra di All England 2022
Olahraga

Bagas/Fikri Jadi Juara Ganda Putra di All England 2022

Gelar perdana di turnamen All England pertama mereka.

HEADS x Sekutu Kopi Rilis Koleksi "Experience Over Knowledge"
Fashion

HEADS x Sekutu Kopi Rilis Koleksi "Experience Over Knowledge"

Cek lookbook lengkapnya di sini.

Converse Buka Flagship Store Baru di Mal Kota Kasablanka, Hadirkan Experience "Converse By You"
Footwear

Converse Buka Flagship Store Baru di Mal Kota Kasablanka, Hadirkan Experience "Converse By You"

Sekaligus berkolaborasi dengan muralist Philip Ponk.

More ▾
 

Sepertinya Anda menggunakan ad-blocker

Iklan memungkinkan kami menawarkan konten kepada semua orang. Dukung kami dengan me-whitelist website ini.

Whitelist Kami

Cara untuk Me-Whitelist Kami

screenshot
  1. Klik ikon AdBlock pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Di bagian bawah “Pause on this site” klik “Always
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Plus pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Block ads on – This website” switch ke off untuk mengubah tombol dari biru menjadi abu-abu.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Ultimate pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Tekan switch off untuk mengubah “Enabled on this site” menjadi “Disabled on this site”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon Ghostery pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik tombol “Ad-Blocking” di bagian bawah. Tombol tersebut akan menjadi abu-abu dan teks di atasnya berubah dari “ON” ke “OFF”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon UBlock Origin pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik ikon warna biru besar di bagian atas.
  3. Ketika sudah berwarna abu-abu, klik ikon refresh yang muncul di sebelahnya atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon ad-blocker extension yang sudah ter-install pada brower Anda.
  2. Ikuti petunjuknya untuk menonaktifkan ad blocker pada website yang Anda kunjungi
  3. Refresh halaman atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.