DRIVERS: Jason Gunawan dan Alfa Romeo Giulia Super Tahun 1968

Co-founder Potato Head dan Le Bajo berbicara soal passion dan ketertarikannya mengoleksi mobil klasik yang punya racing history.

Otomotif
24,684 Hypes

DRIVERS adalah rubrik khusus yang menghighlight individu menarik dengan passion mendalam terhadap dunia otomotif, khususnya car culture. Lewat DRIVERS, tiap kontributor yang kami hadirkan akan membahas secara detail tentang mobil favoritnya dan bagaimana kendaraan tersebut menjadi arti tersendiri buat mereka.


Jason Gunawan adalah co-founder dari Potato Head, salah satu hospitality and lifestyle establishment ternama yang berlokasi di Bali, Indonesia. Jason juga merupakan salah satu sosok di balik sebuah milkbar, sandwich joints, sekaligus roastery bernama Le Bajo di Melbourne, Australia. Selain itu, dia juga udah lama dikenal sebagai kolektor mobil vintage dengan koleksi yang menarik; kalau lo into mobil classic, namanya udah pasti nggak asing lagi.

Sebagai kolektor mobil dengan ketertarikan yang tinggi terhadap vintage cars, baginya ngulik sejarah mobil yang dikoleksinya penting banget buat dilakukan, apalagi jika mobil-mobil tersebut secara spesifik punya racing history. Salah satunya adalah Alfa Romeo Giulia Super tahun 1968 miliknya.

Buat DRIVERS edisi ini, kami ngobrol dengan Jason untuk mencari tahu apa yang membuatnya memilih mengoleksi mobil tersebut, dari mana passion-nya terhadap vintage cars berasal, dan arti mobil klasik bagi dirinya.


HB: Hi Jason, lo punya particular taste terhadap otomotif, khususnya mobil klasik. Boleh ceritain awal mula lo into sama vintage cars?

Jason Gunawan (J): Mulainya pas lagi SMP, dan itu sebetulnya karena orang tua nggak mau beliin mobil baru. Jadi, gue suka baca-baca soal vintage cars, terus ngerti bahwa vintage cars jauh lebih murah pada saat itu dan secara value nggak pernah depresiasi. Dua puluh lima tahun lalu mobil vintage nggak kayak sekarang, nggak semua orang ngerti, dan nggak semua orang mau pake.

“Pada masanya, mobil ini sering dipake buat balapan dan performanya sangat bagus, banyak menangin kejuaraan internasional.”

HB: Boleh ceritain dikit soal mobil lo ini? Buatan mana, model, dan tahun rilisnya.

J: Ini Alfa Romeo tipe Giulia Super tahun ‘68, buatan Italia.

HB: Apa hal yang bikin lo tertarik sama mobil ini?

J: Jadi pada masanya, mobil ini sering dipake buat balapan dan performanya sangat bagus, banyak menangin kejuaraan internasional. Mobil ini juga sangat langka di Indonesia dan di dunia internasional masuk kategori “Cars With Pedigree”; istilah untuk mobil yang punya bibit, bebet, bobot. Ini adalah mobil yang punya sejarah balap, mobil langka, dan mobil yang teknologinya sangat maju pada masanya.

HB: Ada nggak modifikasi buat mobil ini? Kalo ada apa aja?

J: Jadi mobil ini secara mesin udah dinaikan performanya. Cc-nya dari 1.300cc naik ke 2.000cc, suspensinya di-upgrade pake suspensi performa modern. Secara garis besar, performanya dinaikkan lah.

HB: Lo udah bawa mobil ini ke mana aja?

J: Gue cuma pake di Jakarta dan sekitarnya aja sih.

“Mobil ini juga sangat langka di Indonesia dan di dunia internasional masuk kategori “Cars With Pedigree“; istilah untuk mobil yang punya bibit, bebet, bobot. Ini adalah mobil yang punya sejarah balap, mobil langka, dan mobil yang teknologinya sangat maju pada masanya.”

HB: Buat lo pribadi, apa hal paling challenging dalam me-maintain mobil klasik?

J: Karena mobil gue lebih dari satu, ya yang repot cuma servis tahunan. Selama mobil-mobil ini dirawat dan diservis secara reguler, mobil ini nggak akan ngasih masalah.

HB: Selain mobil ini, apa aja mobil lain yang lo punya?

J: Gue punya beberapa Porsche classic, Mercedes classic, Fiat classic, dan BMW classic.

HB: Apa project restorasi mobil yang paling jadi highlight buat lo selama menjadi car collector?

J: Zaman masih kuliah pernah nge-restore Porsche tahun ‘56 dan jadi highlight karena modal keuangan terbatas, jadi mau nggak mau harus kreatif dan hunting spare parts yang murah-murah supaya budget-nya masuk.

“Mobil classic buat gue adalah sebuah passion, so I live and breathe classic cars. Mobil ini bisa jadi sebuah inspirasi, mainan, tabungan dan kendaraan juga.”

HB: Apa arti mobil ini buat lo? Aspirational achievement, functional tool, atau stress reliever?

J: Mobil classic buat gue adalah sebuah passion, so I live and breathe classic cars. Mobil ini bisa jadi sebuah inspirasi, mainan, tabungan dan kendaraan juga.

HB: Kalau ada satu mobil yang pengen lo dapetin sekarang, what would it be?

J: Banyak banget dan selalu berubah-ubah, tapi mungkin Porsche classic tahun 70an yg ada racing history-nya.

Baca juga artikel DRIVERS lainnya yang menampilkan Iqbaal RamadhanRifat SungkarMichael Lesmana, dan Felly Imransyah serta mobil favorit mereka.

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

DRIVERS: Jujuk Margono dan Morris MINI MK3 Tahun 1976
Otomotif

DRIVERS: Jujuk Margono dan Morris MINI MK3 Tahun 1976

Cerita soal gimana mobil ikonik ini menjadi dream-come-true-nya.

DRIVERS: Ditho Sitompoel dan Mercedes-Benz W123 230TE Tahun 1985
Otomotif

DRIVERS: Ditho Sitompoel dan Mercedes-Benz W123 230TE Tahun 1985

Classic station wagon dengan desain timeless yang jadi family car favoritnya.

Alexis Dornier Bawa Craftmanship Tradisional Jepang dalam Koleksi Tamashi Jiwa Lamp
Desain

Alexis Dornier Bawa Craftmanship Tradisional Jepang dalam Koleksi Tamashi Jiwa Lamp

Cek detail selengkapnya di sini.


Potato Head x MOOD Studios Present: A 72 Hour RESET
Olahraga

Potato Head x MOOD Studios Present: A 72 Hour RESET

Dihadiri praktisi wellness ternama dengan lineup program all-in-one.

Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia Lolos ke Piala Dunia
Olahraga

Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia Lolos ke Piala Dunia

Akan digelar di Turki pada Oktober mendatang.

Sneak Peek Koleksi "Safari" dari Stone Island x Daniel Arsham
Fashion

Sneak Peek Koleksi "Safari" dari Stone Island x Daniel Arsham

Cek artikel lengkapnya di sini.

Charge Cars Bikin Limited-Edition Ford Mustang Listrik
Otomotif

Charge Cars Bikin Limited-Edition Ford Mustang Listrik

Dengan desain berdasarkan Ford Mustang Fastback 1967.

Indra Lesmana Siap Rilis Cover "My Devotion" dengan Eva Celia dalam Bentuk NFT
Tech

Indra Lesmana Siap Rilis Cover "My Devotion" dengan Eva Celia dalam Bentuk NFT

Mengikuti tren NFT setelah Dewa Budjana dan Andra Ramadhan.

Diskoria Berkolaborasi dengan Dea Barandana dan Adinda Dwimadasari dalam Lagu Terbaru
Musik

Diskoria Berkolaborasi dengan Dea Barandana dan Adinda Dwimadasari dalam Lagu Terbaru

“Bersinar Bersamamu”.


LEAF Berkolaborasi dengan Hei Guys untuk Merekonstruksi Koleksi Lama Mereka
Fashion

LEAF Berkolaborasi dengan Hei Guys untuk Merekonstruksi Koleksi Lama Mereka

Berisi rangkaian artikel 1 of 1 yang dibuat dari sisa material koleksi sebelumnya.

Chivas Mix K-Pop dan Scotch Jadi Satu Lewat Kolaborasinya Bersama LISA
Fashion

Chivas Mix K-Pop dan Scotch Jadi Satu Lewat Kolaborasinya Bersama LISA

Presented by Chivas Regal
Ditandai oleh peluncuran campaign ‘I Rise, We Rise’.

More Studio Rilis Drop Kedua dari Koleksi Perdana dengan Spirit Hardcore Punk
Fashion

More Studio Rilis Drop Kedua dari Koleksi Perdana dengan Spirit Hardcore Punk

Cek lookbook lengkapnya di sini.

Malacca Rilis Skate Video, 'Selekta', dengan Soundtrack Pilihan dari Fadli Aat "Diskoria"
Olahraga

Malacca Rilis Skate Video, 'Selekta', dengan Soundtrack Pilihan dari Fadli Aat "Diskoria"

Berisi lagu-lagu Indonesian rare groove dalam rangka ngerayain Hari Musik Nasional.

Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda (JPOS) di Karet Sudirman Resmi Dibuka
Desain

Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda (JPOS) di Karet Sudirman Resmi Dibuka

Terinspirasi dari kapal Phinisi.

More ▾
 

Sepertinya Anda menggunakan ad-blocker

Iklan memungkinkan kami menawarkan konten kepada semua orang. Dukung kami dengan me-whitelist website ini.

Whitelist Kami

Cara untuk Me-Whitelist Kami

screenshot
  1. Klik ikon AdBlock pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Di bagian bawah “Pause on this site” klik “Always
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Plus pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Block ads on – This website” switch ke off untuk mengubah tombol dari biru menjadi abu-abu.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Ultimate pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Tekan switch off untuk mengubah “Enabled on this site” menjadi “Disabled on this site”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon Ghostery pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik tombol “Ad-Blocking” di bagian bawah. Tombol tersebut akan menjadi abu-abu dan teks di atasnya berubah dari “ON” ke “OFF”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon UBlock Origin pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik ikon warna biru besar di bagian atas.
  3. Ketika sudah berwarna abu-abu, klik ikon refresh yang muncul di sebelahnya atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon ad-blocker extension yang sudah ter-install pada brower Anda.
  2. Ikuti petunjuknya untuk menonaktifkan ad blocker pada website yang Anda kunjungi
  3. Refresh halaman atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.