Film Coming-of-Age “YUNI” Menang di Toronto International Film Festival 2021
Sutradara Kamila Andini jadi filmmaker pertama yang filmnya dua kali masuk daftar program Platform.
Tayang di Toronto International Film Festival 2021, film YUNI dari sutradara Kamila Andini berhasil meraih penghargaan Platform Prize pada ajang film bergengsi di Kanada tersebut. Juri Platform Prize menyatakan mereka mengapresiasi film ini sebagai “a fresh, intimate perspective to a coming-of-age story, marked by a subtle structure, delicate framing and lush cinematography,” selain juga kisahnya yang menyentuh.
Diperankan oleh Arawinda Kirana, film ini bercerita tentang Yuni, remaja yang harus menentukan pilihan berat antara tunduk pada tekanan sosial untuk menikah di usia muda atau melanjutkan sekolah ke jenjang kuliah. Sepanjang cerita, Yuni merasakan bagaimana sejumlah sosok otoritas — keluarga yang menekannya untuk menikah muda, sekolah yang hendak menerapkan tes keperawanan, guru yang menentukan pencapaiannya akademisnya, para pelamar yang memandangnya sebagai objek, sampai klub keagamaan yang mengganggu latihan band Yuni — mempengaruhi jalan hidup dan keputusan-keputusan yang diambilnya, sekaligus melihat berbagai konsekuensi negatif yang diterima perempuan-perempuan di sekitarnya jika melawan norma sosial.
Selain di TIFF, YUNI juga akan tayang di Busan International Film Festival 2021 bersama film Indonesia lainnya, ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ karya sutradara Edwin— yang memenangkan Golden Leopard di Locarno Film Festival — dan film pendek ‘Laut Memanggilku’ karya Tumpal Tampubolon.
Sutradara Kamila Andini juga menjadi filmmaker pertama di dunia yang filmnya dua kali masuk daftar program Platform TIFF, setelah The Seen and Unseen (Sekala Niskala) pada tahun 2017. Tahun ini, 8 film di program Platform dinilai oleh tim juri internasional yang dipimpin oleh aktor dan rapper asal UK, Riz Ahmed.
Baca juga berita lainnya seputar film dan hiburan lainnya: