The Brandals Rilis 'Era Agressor', Full Album Terbaru setelah Sepuluh Tahun
“Album yang lahir dari era kekerasan”.

The Brandals resmi merilis full album terbaru mereka yang berjudul Era Agressor, setelah selama 10 tahun belakangan nggak ngeluarin album sama sekali. Album terakhir yang mereka rilis adalah DGNR8 pada 2011 silam.
Menurut grup garage rock yang sekarang dihuni oleh vokalis Eka Annash, gitaris PM Mulyadi, bassist Raditya Syaharzam, dan drummer Firman Zaenudin ini, album kelima ini adalah album yang paling tajam dan sarat dengan kritik sosial dibanding karya-karya mereka sebelumnya.
Dari dua peristiwa Pilpres yang intens sampai pandemi selama dua tahun belakangan, semuanya memengaruhi The Brandals buat ngerefleksiin kondisi tersebut di dalam album ini.
“Indonesia sedang memasuki era agresi dan kekerasan yang menyebar dan semakin ditolerir. Beberapa lagu di album memberi ilustrasi bagaimana jika kondisinya makin memburuk dan akhirnya menuju desktruksi massal. Era Agressor adalah album yang lahir dari era kekerasan ini,” bunyi press release dari kuartet tersebut.
Selain merangkum perspektif mereka terhadap peristiwa sosial politik yang terjadi di Indonesia selama satu dekade ini, album ini juga bisa dibilang menggambarkan dinamika perjalanan mereka sebagai band selama rentang waktu tersebut; sempat hiatus di tahun 2014, berduka karena wafatnya drummer original mereka, Rully Annash di 2015, dan ditinggal cabut gitarisnya, Tony Dwi Setiaji awal 2020 lalu.
Ngomongin musiknya, The Brandals memperluas palet dan karakter lagu-lagunya lebih luas lagi. Selain membawa pengaruh musik yang mereka mainkan dari album awal hingga album keempat, mereka juga memasukkan pengaruh post-punk, lalu soul ala Motown, serta funk ke 10 track di sini.
Era Agressor juga mencatat kolaborasi The Brandals dengan beberapa nama kayak John Coki Patton (Kelompok Penerbang Roket, Ali), Mondo Gascaro, band FLEUR!, Henry Foundation dari Goodnight Electric, dan anak dari aktivis dan poet legendaris Widji Thukul, Fajar Merah.
Album ini sendiri dirilis via label rekaman Disaster Records dengan format CD yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu regular jewel case dengan sticker dan versi deluxe box set dengan style packaging ala pizza box berisi digipack CD dengan pop-up centerfold, T-shirt, totebag, topeng karton Skull Elvis, dan photo essay book karya fotografer mereka, Ade Branuza.
Kedua format itu udah bisa dipesan langsung melalui webstore Disaster Records; khusus untuk deluxe set, lewat pre-order.
Cek juga videoklip dari single terbaru The Brandals dari album Era Agressor, “Preambule”, di bawah ini: