Sole Mates: Ipam Evil dan Air Jordan 11 'Bred'

Berikut alasan kenapa Air Jordan 11 legendaris tersebut menjadi nomor satu di antara 1,000 lebih sneakers koleksinya.

Footwear

Buat yang into sama sneakers dan pergerakan clothing line lokal, khususnya yang berasal dari Bandung, Ipam Evil merupakan sosok yang nggak bisa dilepaskan dari dua hal tersebut. Entrepreneur sekaligus sneakers enthusiast ini sudah lama dikenal lewat sepak terjangnya membangun label miliknya, Evil, yang ia bangun dari tahun 2003.

Passion-nya yang mendalam terhadap history, design, dan story dari sejumlah sneakers paling dihighlight dari waktu ke waktu menjadikan Ipam seorang kolektor yang patut diapresiasi. Hingga saat ini, dirinya sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 1,000 pasang sneakers yang ia simpan di dalam sebuah ruangan khusus yang ia dedikasikan untuk koleksi sneakers pribadinya. Di antara banyak sneakers yang ia punya, Air Jordan 11 ‘Bred’ berada di posisi teratas. Buat dirinya, Air Jordan tersebut memiliki peran penting terhadap karir sang the GOAT dan juga sneakers culture secara umum.

Kami berkesempatan buat datang ke rumahnya dan masuk ke dalam sneakers room Ipam Evil sambil ngobrolin tentang Air Jordan 11 ‘Bred’ favoritnya, pengalamannya bergabung ke komunitas sneakers pertama kali, hingga tips buat ngoleksi sneakers.


HB: Pam, apa hal yang pertama kali bikin lo into banget sama sneakers?

I: Pas dulu gue TK sampai SD, bokap gue lagi sering-seringnya pergi ke luar terus dia suka beliin gue sneakers yang bentuk dan warnanya sama-sama aneh. Terus pas di sekolah kan gue sepatunya harus seragam gitu, nah gue satu-satunya yang pake sepatu berbeda dari murid lainnya. Gue lupa aturannya dilarang atau nggak, tapi di situlah gue merasa kalau sneakers itu mencerminkan jati diri gue. Gue emang pengen beda dari yang lain. Menurut gue, atasan boleh sama semua tapi yang penting sneakers gue harus beda.

HB: Apa sneakers pertama lo yang paling memorable?

I: LA Gear sih sneakers yang paling memorable, soalnya bisa nyala dan di jaman itu kan Michael Jackson juga pake tuh. Berasa gaya banget setiap jalan dilihatin orang.

HB: Coba ceritain dikit soal Air Jordan 11 Bred ini? Kapan pertama kali dapet? What makes it special? Rilisan tahun berapa aja yang lo punya?

I: Jadi pas gue pertama kali lihat idola gue pake sepatu tersebut tahun 1996, gue langsung tercengang. Apalagi dia juara tuh season itu dengan gampangnya. Kalau nggak salah dengan kedudukan 72-10. Itu yang bikin gue mikir “wah pasti gara-gara sepatunya nih di bisa jago banget.”

Pada jaman itu untuk ngecop Jordan tuh gampang banget. Gue inget tinggal ke Bandung Indah Plaza, terus stoknya pasti ada. Nggak kayak sekarang harus raffle-rafflean. Gue sempet punya yang OG tahun ‘96 terus 2001, 2012, sama yang terakhir 2019. Cuman lewat yang tahun 2008 deh kalau nggak salah. Nah sayangnya yang OG dikasih ke supir sama nyokap pas gue lagi sekolah di luar.

Jadi pas gue balik ke Bandung, gue lihat sepatu-sepatu OG Jordan gue udah dipake sama pegawai bokap gue dan alasannya nyokap gue adalah daripada rusak mending dikasihin aja nanti beli yang baru lagi. Nah gue sempet ada fase yang gue males banget ngeliat sepatu-sepatu itu soalnya koleksi gue hampir semua dikasihin ke orang semua. Gue pake sandal selama beberapa tahun karena gue bener-bener sedih sebelum akhirnya gue bener-bener bisa move on.

HB: Apa yang bikin siluet AJ 11 spesial buat lo? Apa yang bikin lo obsessed?

I: Siluet Air Jordan 11 menurut gue adalah design terbaik Tinker Hatfield. Menurut gue design-nya timeless banget, simple, dan cukup understated. Sama kayak yang gue bilang tadi, gue masih mikir Jordan bisa sejago itu pas menangin NBA Championship tahun itu ya gara-gara sepatu ini. Selain itu, menurut gue sepatu ini juga proper buat dipake sama jas buat kondangan dan keren banget dipake buat santai pake celana pendek.

HB: Selain AJ ini, rilisan AJ apa aja yang lo suka? Atau cuma spesifik di AJ11 aja?

I: Sebenernya gue demen AJ itu gara-gara Air Jordan 6 ‘Infrared’. Jadi dulu ada kakak kelas gue pake tuh AJ6 terus dia kayak jago ngerap gitu. Gue langsung koleksi Jordan deh setelah itu. Kalau siluet lain selain AJ11 yang gue suka ya AJ6, AJ1, AJ3, dan AJ4. Sisanya ya demen aja, tapi setelah AJ14 gue agak kurang suka lagi sih.

HB: Apa hal yang paling lo lihat dari sebuah sneakers sebelum lo decide to cop?

I: Kalau gue cop sneakers itu pasti karena gue dasarnya suka sama sneakers itu bukan karena hype-nya. Faktor lainnya yang bikin gue suka adalah story dari sneakers tersebut. Gue nggak pernah cop sneakers yang orang lain suka tapi gue nggak suka. Dan gue tuh emang dari dulu sebisa mungkin cop sneakers dengan harga retail atau resell tapi yang nggak terlalu tinggi harganya. Karena toh setiap minggu ada rilisan baru, jadi harus jago move on kalau suka sneakers.

HB: Jujur, total berapa banyak sneakers yang lo koleksi sampai saat ini? And what are things that you’ve learned from sneakers collecting?

I: Jujur sih terakhir ngitung ada 1,011 pairs pas gue lagi bikin sneakers room. Harusnya sih udah nambah lagi tapi udah nggak gue hitung soalnya beberapa kesebar di kantor dan di rumah. Hal penting yang gue pelajarin sih sebenernya kalau koleksi sepatu ya harus dipake karena kebanyakan sepatu itu ada umurnya. Gue mikirnya sih ngapain beli kalau cuman buat dipajang apalagi kalau cuman beli gara-gara temen lo atau orang lain yang suka. Ohiya, sama feeling ketika lo dapetin sepatu dengan harga retail itu sangatlah menyenangkan daripada beli resell.

Gue inget ketika pertama kali join ke sneakers community di Singapore, mereka seneng banget nge-hookup gue dengan harga retail. Even sampai sekarang walaupun mereka udah nggak pada beli sneakers, kita masih deket kayak keluarga. Intinya, hargailah sesama sneakerheads. Jangan sampai ketika lo udah di-hookup malah lo resell lagi sepatunya.

“Sepatu itu mendingan rusak dipake daripada rusak dipajang.”

HB: What’s on your current sneakers rotation?

I: Kalau buat minggu ini,

New Balance 990v3 Joefreshgoods
Air Jordan 1 Low Cactus Jack x Fragment Design
Nike LDWaffle x sacai x Fragment
Nike Air Max 90 Bacon
Nike Dunk x Off-White
Nike Air Force 1 Paranoise
Ventela x Evil ‘Sample’

HB: Sebutin 5 sneakers wishlist lo yang belum kesampean sampai sekarang!

I: Ini wishlist gue,

Nike MAG Back to the Future
Kanye West x Louis Vuitton Don “Patchwork”
Supreme x Nike Dunk High Pro SB “Red”
Nike Dunk SB Low “NYC Pigeon”
Nike Dunk SB Low “Paris”

HB: Ada tips buat yang lagi mau mulai ngoleksi sneakers?

I: Usahain buat beli sepatu di harga retail. Mau lo mesti ngantri, ikutan raffle, minta tolong ordal segala macem, feelingnya pasti lebih enak. Terus beli sepatu sesuai kemampuan. Jangan sampe kredit buat beli sepatu, mending kredit rumah. Make friends while collecting dan ikutan komunitas, forum online, dll.

Pelajarilah history tentang sepatu yang lo suka. Tipis-tipis aja yang penting kalo lo ngobrol nggak malu-maluin atau kalau lagi nawar barang biar nggak kemahalan. Kalau udah beli sepatunya, jangan lupa dipake karena sepatu itu mendingan rusak dipake daripada rusak dipajang. Terus kalau dapet hookup dari temen atau komunitas, jangan dijual lagi demi untung. Itu dosa karena orang udah susah payah ngusahain malah dijual demi cuan.

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

Sole Mates: Armand Maulana dan Air Jordan 1 High fragment x Travis Scott
Footwear

Sole Mates: Armand Maulana dan Air Jordan 1 High fragment x Travis Scott

Frontman GIGI dan sosok ikonis musik Indonesia ini cerita soal pengalaman sebagai sneakers enthusiast dan top five Air Jordan 1 versinya.

Sole Mates: Pandu Polo dan Undefeated x Nike Dunk High NL
Footwear

Sole Mates: Pandu Polo dan Undefeated x Nike Dunk High NL

Co-founder Indonesia Sneaker Team bicara soal sneaker culture lokal, top five Dunks, serta visi besar IST sebagai company.

Cek First Look dari Air Jordan 4 “Zen Master” Berikut Ini
Footwear

Cek First Look dari Air Jordan 4 “Zen Master” Berikut Ini

Terinspirasi oleh coaching mentality Phil Jackson.


Sole Mates: Adityalogy dan Nike x Off-White Air Presto
Fashion

Sole Mates: Adityalogy dan Nike x Off-White Air Presto

Founder THE SNKRS bercerita tentang perjalanannya sebagai content creator, top five sneakers, dan legacy Virgil Abloh.

BURU STUDIO x Ican Harem Luncurkan Koleksi Kolaborasi Perdana
Fashion

BURU STUDIO x Ican Harem Luncurkan Koleksi Kolaborasi Perdana

Desain cross-stitching dengan visual bold.

FIFA Umumkan Nominasi Puskás Award 2021
Olahraga

FIFA Umumkan Nominasi Puskás Award 2021

Daftar gol-golnya makin ajaib dari tahun ke tahun.

WACKO MARIA Rilis Koleksi Loafers Bareng SUICOKE dan NAMEDARUMA
Footwear

WACKO MARIA Rilis Koleksi Loafers Bareng SUICOKE dan NAMEDARUMA

Cek detailnya berikut.

Store Off-White di Seoul Bertabur Bunga untuk Virgil Abloh
Fashion

Store Off-White di Seoul Bertabur Bunga untuk Virgil Abloh

Dijadikan memorial space.

"Charlie Brown" Karya Banksy Laku $4 Juta USD di Miami
Seni

"Charlie Brown" Karya Banksy Laku $4 Juta USD di Miami

Kira-kira siapa yang beli ya?


Cek Koleksi Terbaru Poison "REVISIT THE PAST" Berikut
Fashion

Cek Koleksi Terbaru Poison "REVISIT THE PAST" Berikut

Ada item kolaborasi eksklusif.

Public Culture Kembali Berkolaborasi dengan Snub n Friends Rilis Koleksi Spesial
Fashion

Public Culture Kembali Berkolaborasi dengan Snub n Friends Rilis Koleksi Spesial

Cek koleksinya yang playful di sini.

Busan akan Bangun Kota Maritim Pertama di Dunia
Desain

Busan akan Bangun Kota Maritim Pertama di Dunia

Berikut alasan kenapa project ini bisa membantu ekosistem alam.

Rumah ‘Home Alone’ Bisa Dibook via Airbnb
Hiburan

Rumah ‘Home Alone’ Bisa Dibook via Airbnb

Harganya murah banget!

Nike Air Force 1 High Utility 2.0 Tampil dalam Warna "Deep Freeze"
Footwear

Nike Air Force 1 High Utility 2.0 Tampil dalam Warna "Deep Freeze"

Terinspirasi oleh Aurora.

More ▾
 

Sepertinya Anda menggunakan ad-blocker

Iklan memungkinkan kami menawarkan konten kepada semua orang. Dukung kami dengan me-whitelist website ini.

Whitelist Kami

Cara untuk Me-Whitelist Kami

screenshot
  1. Klik ikon AdBlock pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Di bagian bawah “Pause on this site” klik “Always
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Plus pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Block ads on – This website” switch ke off untuk mengubah tombol dari biru menjadi abu-abu.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Ultimate pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Tekan switch off untuk mengubah “Enabled on this site” menjadi “Disabled on this site”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon Ghostery pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik tombol “Ad-Blocking” di bagian bawah. Tombol tersebut akan menjadi abu-abu dan teks di atasnya berubah dari “ON” ke “OFF”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon UBlock Origin pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik ikon warna biru besar di bagian atas.
  3. Ketika sudah berwarna abu-abu, klik ikon refresh yang muncul di sebelahnya atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon ad-blocker extension yang sudah ter-install pada brower Anda.
  2. Ikuti petunjuknya untuk menonaktifkan ad blocker pada website yang Anda kunjungi
  3. Refresh halaman atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.